Featured Image Article 1074

Perhatikan Siklus Menstruasi Kamu Jika Tidak Ingin Terkena Penyakit Mematikan!

Ladies, hati-hati jika ada perubahan pada siklus menstruasimu karena itu bisa menjadi pertanda adanya penyakit lain yang lebih serius, seperti 6 penyakit berikut ini.

Santi Photo
Santi
Contributor
di Health

Perubahan pada siklus menstruasi sebaiknya tidak disepelekan. Tidak sedikit masalah-masalah kesehatan diawali dengan gejala terganggunya siklus menstruasi. Perubahan tersebut dapat berupa derasnya darah menstruasi, durasi menstruasi, serta frekuensi menstruasi.  

Sebuah survei yang dilakukan oleh American Heart Association menunjukkan bahwa wanita yang menstruasi pertamanya terjadi pada usia 10 tahun ke bawah dan 17 tahun ke atas memiliki resiko lebih besar terkena serangan jantung, stroke, dan komplikasi yang berkaitan dengan tekanan darah. Penyakit apa lagi yang berhubungan dengan siklus menstruasi? Berubahnya siklus menstruasi bisa jadi merupakan gejala 6 penyakit berikut ini: 

Animea

Penyakit Tiroid

Perubahan pada siklus atau derasnya darah menstruasi dapat pula menjadi pertanda gangguan pada kelenjar tiroidmu. Siklus menstruasi sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon tubuh, dan kelenjar tiroid adalah organ yang memiliki peran penting dalam produksi dan pengaturan hormon. Kalau kamu mendapati menstruasimu kurang atau lebih deras dari biasanya, coba lakukan tes tiroid untuk memastikan penyebabnya.

Anemia

Jika darah menstruasimu terlalu deras dan kental, mungkin saja kamu menderita anemia. Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Hal ini menyebabkan tubuh tidak bisa menyerap cukup oksigen, sehingga tubuh menjadi lesu dan menyebabkan pusing. Agar kamu tidak semakin kekurangan zat besi, konsumsi suplemen untuk anemia terutama pada saat menstruasi.

Kanker Rahim

Pada tahap awal terjadinya kanker rahim, gejala-gejala yang ditunjukkan bisa berupa pendarahan di antara waktu menstruasi, pendarahan tidak teratur, dan pendarahan setelah masa menopause. Rasa sakit pada saat berhubungan seksual juga bisa menjadi pertanda salah satu penyakit paling berbahaya bagi wanita ini. Namun, gejala-gejala tersebut bisa juga merupakan gejala penyakit lain yang lebih ringan. Meskipun begitu, tidak ada salahnya memeriksakan ke dokter jika kamu menemui gejala-gejala tersebut.

BACA JUGA: Penting! Ketahui Penyebab Dan Gejala Kanker Serviks Sedini Mungkin

Gangguan Makan

Pola makan yang tidak benar bisa berpengaruh pada siklus menstruasi. Tidak mens dapat terjadi karena berat badan turun secara drastis, yang bisa disebabkan oleh gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia. Jika kamu merasa menunjukkan gejala seperti ini, segera cari bantuan dokter untuk mengatasinya.

Tumor Pituitari

Tumor Pituitari

Jika siklus menstruasimu lewat, mungkin saja kamu hamil. Tetapi kalau dibarengi dengan keluarnya air susu dari payudara, ada kemungkinan ada tumor pituitari, atau kanker jinak pada kelenjar pituitari. Gejala tersebut juga bisa dibarengi dengan sakit kepala. Namun tidak perlu khawatir karena penyakit ini lebih sering ditemui pada orang tua.

BACA JUGA: Sudah Tahukah Kamu Mengenai 7 Penyebab Kanker Payudara Ini?

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Sindrom ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada wanita, sehingga berpengaruh pada siklus menstruasi serta kemampuan untuk hamil. Selain itu, gangguan pada hormon wanita ini juga memicu tumbuhnya rambut pada wajah, kista ovarium, masalah kesuburan, obesitas, dan efek samping lainnya. Untuk mengatasinya, gunakan KB hormonal yang dapat membantu meringankan sindrom ini.

Perhatian lagi siklus menstruasimu, dan pastikan apakah ada penyakit yang lebih serius yang sedang menyerang tubuhmu.