Featured Image Article 2829

Kartini, Film Dian Sastrowardoyo Yang Wajib Kamu Tonton

Habis Gelap, Terbitlah Terang. Buku berisi kumpulan sura-surat Kartini ini sudah menjadi inspirasi bagi banyak wanita di dunia. Dan tahun ini, film Kartini hadir untuk melecutkan lagi semangat kita.

Santi Photo
Santi
Contributor
di News

Kartini, adalah sosok pahlawan wanita yang sudah sangat berjasa bagi kemajuan wanita Indonesia. Perjuangan Kartini sangat menginspirasi dan menjadi panutan kartini-kartini masa kini. Tak heran jika namanya selalu dikenang. Salah satunya adalah melalui film Kartini yang diperankan oleh tokoh wanita inspiratif masa kini, Dian Sastrowardoyo.

Dian Sastrowardoyo, Kartini Masa Kini

Tak ada yang lebih membanggakan bagi Dian Sastrowardoyo selain memerankan tokoh Kartini yang merupakan wanita kuat pendobrak tradisi kolot yang mengekang kehidupan para wanita di masa lalu. Raden Ajeng Kartini adalah sedikit dari wanita yang berani menentang ketidakadilan bagi perempuan-perempuan pada masanya.

Kala itu, wanita tidak memiliki kebebasan seperti sekarang ini. Mereka dipingit dan tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa dilakukan oleh pria, terutama dalam mendapatkan pendidikan dan peran sosial. Inilah yang menjadi kegelisahan Kartini muda. Banyak hal yang dia temui dan jalani bertentangan dengan kata hatinya. Hal tersebut jelas sekali terlihat dari surat-surat Kartini kepada teman-temannya di Eropa yang kini sudah dibukukan dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Sementara itu, Dian Sastrowardoyo, yang didapuk oleh Hanung Bramantyo selaku sutradara sebagai pemeran Kartini, juga adalah sosok yang bisa mewakili Kartini masa kini. Dian memiliki segudang prestasi dari kemampuan aktingnya yang sudah tidak perlu diragukan lagi, termasuk penghargaan dari Festival Film Asia Deauville, Perancis untuk Aktris Terbaik melalui film Pasir Berbisik.

Meskipun karir Dian di dunia hiburan sangat cemerlang, hal itu tidak membuatnya lupa akan pentingnya pendidikan. Dian sudah menyelesaikan gelar S2-nya tahun 2014 lalu dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia dengan predikat cum laude. Dan yang lebih membanggakan lagi, Dian selalu mengutamakan buah hati dan keluarganya. Sudah sepantasnya jika aktris cantik ini disebut sebagai Kartini masa kini.

Kartini, Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia

Banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari Kartini. Salah satunya adalah kegigihannya dalam menyuarakan peran wanita. Inilah yang akan diperlihatkan oleh sutradara Hanung Bramantyo lewat film Kartini-nya. Hanung menunjukkan betapa pandainya Kartini sejak masih muda. Di usia 10 tahun Kartini dikenal cerdas dan fasih berbahasa Belanda di sekolahnya. Semangatnya untuk belajar sangat tinggi. Dia senang sekali membaca dan mendiskusikan apa yang sudah dibacanya.

Sayangnya di usia 12 tahun, adat mengharuskannya menjalani pingitan untuk mempersiapkannya menjadi Raden Ajeng, dan menjadi istri bupati untuk meneruskan darah ningratnya. Namun, Kartini terus memberontak hingga dibenci keluarganya. Beruntung suatu hari ada seorang pejabat pendidikan Belanda yang meminta ayah Kartini untuk melonggarkan pingitannya. Kartini pun bahagia bisa keluar dan bertemu dengan rakyat dan para pembesar, namun masih dalam pengawasan ayahnya.

Kepandaian Kartini menarik perhatian pejabat pendidikan dari Belanda. Diapun menawarkan beasiswa ke Belanda. Akan tetapi ayahnya melarang meskipun dengan berat hati karena mendapat tekanan dari keluarganya. Kartini pun mendirikan sekolah untuk perempuan bersama adik-adiknya, Roekmini dan Kardinah.

Kesempatan berikutnya datang lagi dari Gubernur Jenderal Batavia yang mencari Kartini dan menawarkan beasiswa ke Batavia. Namun karena ayahnya sakit-sakitan, Kartini pun bimbang. Apalagi keluarga besarnya semakin tidak suka dengan kiprah Kartini. Bagaimanakah perjuangan Kartini selanjutnya? Yuk tonton film Kartini dan dapatkan pelajaran berharga agar kita bisa menjadi wanita modern yang lebih bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.