Featured Image Article 436

Beras Bersertifikat Halal Pertama di Jepang

Beberapa himpunan perusahaan kecil di Odate, prefektur Akita, telah meluncurkan suatu program untuk menjual beras Akita Komachi keluar negeri. Beras ini ditujukan kepada pengunjung Muslim di Jepang.

Kasih Elia Photo
Kasih Elia
Blogger
di Japan

Beras ini dibuat dengan harapan dapat mengekspor beras berkualitas tinggi ke negara-negara Islam.

Dilansir dari The Japan Times, program tersebut muncul setelah sebuah perusahaan bisnis makanan bernama Feed Innovation Inc. di Odate dan Hosana Kikaku. Beras diproduksi dengan metode produksi beras yang bersertifikasi halal, dengan kata lain, mengikuti hukum Islam. Produk beras tersebut merupakan beras bersertifikasi halal yang pertama dan satu-satunya di Jepang.

Inovasi ini dipicu oleh keinginan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendatangkan lebih banyak lagi turis Muslim ke Jepang . Dengan itu, diharapkan lebih banyak Muslim mencoba dan merasakan cita rasa beras Akita Komachi.

Mengapa Halal?

Beras halal diolah sesuai dengan kriteria halal, yaitu bebas dari segala bahan yang dilarang dalam hukum Islam. Hal ini termasuk alkohol dan olahan babi. Guna mendapatkan sertifikasi, suatu aplikasi harus diajukan kepada organisasi Islam tertentu (di Indonesia contohnya adalah MUI). Nantinya aplikasi akan diperiksa proses dan sistem produksinya.

Feed Innovation sendiri sudah mulai menjual beras yang dikemas dengan stiker halal di beberapa bandara internasional Jepang dan penginapan. Perusahaan tersebut mengharapkan setidaknya 20 ton beras halal terdistribusi musim ini. Selain itu, mereka juga akan memulai ekspor ke Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya dimana kuliner Jepang cukup dikenal. 

Menurut Halal Japan Business Association, terdapat peningkatan jumlah perusahaan Jepang yang ingin memiliki sertifikasi halal untuk produk makanannya. Hal ini disebabkan oleh terpilihnya Tokyo sebagai tuan rumah Summer Olympic Games 2020. Selain itu, para perusahaan makanan di Jepang melihat adanya kesempatan untuk berekspansi. Kesempatan ini didukung oleh kurang lebih 1.9 milyar umat Muslim di dunia dari total 7.2 milyar populasi global. Banyak ahli demografis juga memperkirakan bahwa Muslim akan mendominasi populasi dunia. Hal ini diramalkan sebesar sepertiga dari total populasi pada tahun 2050. Sebagai hasilnya, tentu semakin banyak perusahaan Jepang yang menumpukan harapan besar pada pertumbuhan pasar Islam. Ini disebabkan oleh pasar domestik yang semakin menyusut akibat aging population dan rendahnya angka kelahiran di Jepang.

Nah ladies, tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi penganan khas Jepang apabila berasnya halal bukan?