Featured Image Article 668

Jangan Asal ke Tukang Gigi!

Kawat gigi identik dengan gaya dan kekinian, akan tetapi banyak orang yang malah memutuskan untuk memasang kawat gigi bukan dengan dokter spesialis melainkan tukang gigi. Ini dia bahayanya!

Istiarina Photo
Istiarina
Editor
di Health

Apakah benar mereka yang memakai kawat gigi, sebenarnya harus memakainya? Sesungguhnya pemasangan kawat gigi itu tidak boleh sembarangan dan tidak semua dokter bisa melakukannya.

Hanya dokter gigi spesialis perapi gigi (orthodontist) yang berwenang untuk melakukannya. Oleh karena itu, pergi ke "tukang gigi" di pinggir jalan sama sekali tidak direkomendasikan.

BACA JUGA: Kawat Gigi: Sekedar Ikut-Ikutan atau Fungsi?

Banyak sekali efek samping jika memasang kawat gigi bukan pada ahlinya. Ada kondisi dimana tulang alveolar (tulang di sekitar akar gigi yang menahan gigi pada tempatnya) terkikis sehingga gigi goyang semua sampai struktur wajah berubah menjadi miring.

Sebenarnya jika kondisi gigi tidak terlalu ekstrem, sebaiknya tidak perlu memasang kawat gigi. Akan tetapi, jika giginya bermasalah, misalnya gigi tonggos ata berjejal, maka kawat gigi memang diperlukan.

Jika alasannya hanya sekedar gaya, tidak disarankan karena penyebab tempelan kawat dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi gigi.

Akibat Memasang Kawat Gigi Sembarangan

Memakai kawat gigi secara "maksa" malah bisa menyebabkan gigi rawan bolong. Jika kamu merasa gigimu tidak rapi dan ingin memakai kawat gigi, sebaiknya kamu berkonsultasi ke dokter spesialis perapi gigi atau bedah mulut. 

Dari hasil konsultasi bisa dilihat apakah ada gigi busuk atau miring yang harus dibuang.

Banyak orang enggan pergi ke dokter spesialis karena harga pemasangan dan bahan kawat gigi yang cukup mahal. Padahal, pepatah "ada harga ada barang" tentu sangat berlaku bagi pemasangan kawat gigit. Paket pemasangan kawat gigi yang mahal selalu selaras dengan kualitas, terutama bahan yang digunakan.

Nah, mana yang kamu pilih: bahan murah dengan tukang gigi tapi berisiko gigi rusak atau mahal dengan dokter spesialis tapi bisa dipertanggungjawabkan?