Featured Image Article 694

Cek Kesehatan secara Berkala, Perlukah?

Kita hanya pergi ke dokter atau memeriksakan diri saat jatuh sakit. Padahal, mengunjungi dokter bukan berarti sakit, tapi malah sebagai tindakan pencegahan dan penanggulangan secara dini.

Istiarina Photo
Istiarina
Editor
di Health

Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Hmm, pepatah tersebut merupakan salah satu wejangan yang dapat dipastikan sering diabaikan oleh banyak orang saat ini.

Dua Kali dalam Setahun

Menjaga kesehatan memang bisa dilakukan melalui pola makan sehat dan olahraga secara teratur. Akan tetapi, ada satu hal lagi yang sering dilupakan; cek kesehatan (medical check-up) secara berkala. Bahkan orang yang sehat pun disarankan melakukannya dua kali dalam setahun.

BACA JUGA: Jangan Keseringan Main Gadget! Bisa Fatal Akibatnya bagi Saraf Tangan

Dua kali dalam setahun? Bagaimana dengan kamu? Faktanya banyak orang yang bahkan tidak pernah sama sekali melakukan medical check-up. Alasan yang sering diucapkan adalah biaya yang mahal.

Duh, Buang-Buang Duit cuma untuk Periksa Saja..

Ya, medical check-up yang lengkap memang tidak murah, angka yang harus dibayarkan pun bisa mencapai jutaan rupiah. Akan tetapi, cek kesehatan berkala yang disarankan untuk dilakukan dua kali setahun ternyata hanya pemeriksaan dasar.

Pemeriksaan dasar ini dilakukan untuk melihat penyakit-penyakit metabolik seperti diabetes, hepatitis, gangguan ginjal, dll. Yang diperiksa dalam pemeriksaan dasar ini nantinya adalah kadar gula darah, kolesterol, fungsi ginjal, hati, dan pemeriksaan darah lengkap.

BACA JUGA: Jangan Suka Menahan Kencing, Bisa Berbahaya Sekali bagi Kesehatan!

Untuk pemeriksaan dasar ini, kita hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 400.000-500.000 dalam setiap pemeriksaan. Nah, jika dikalkulasikan, dua kali pemeriksaan dalam setahun hanya akan menghabiskan total biaya sekitar Rp 1.000.000. Kalaupun masih terasa tetap berat, paling tidak kamu memeriksakan diri setahun sekali.

Mengapa Medical Check-Up Penting?

Semua orang yang masih dalam usia produktif (15-64 tahun) sangat disarankan membiasakan diri untuk cek kesehatan. Hal ini karena adanya kecenderungan penderita penyakit metabolik yang justru mengarah ke usia yang makin muda.

Banyak ditemui orang berusia 20-an akhir hingga 30-an tahun yang sudah menderita diabetes, gangguan ginjal, kolesterol tinggi, dan lain sebagainya.

Sayangnya, banyak dari kita yang baru pergi ke dokter ketika sudah jatuh sakit. Padahal konsep kedokteran modern adalah kesehatan preventif alias lebih mengarah ke pencegahan. Sebisa mungkin, penyakit harus dicegah sejak dini. Mengapa? Karena banyak penyakit yang memiliki gejala yang tidak jelas, sehingga di saat gejalanya jelas sudah berada pada stadium lanjut dan sulit untuk sembuh.

BACA JUGA: Makan Sambil Berdiri? Siapa Bilang Gak Sehat?

Tidak mau kan tahu-tahu harus menjalani pengobatan yang justru mengeluarkan biaya jauh lebih besar dan kemungkinan sembuh kecil? Yuk lakukan cek kesehatan secara berkala mulai dari sekarang!